dari penjelasan yang sudah dipaparkan oleh diannita Apakah ada perbedaan signifikan antara jenis diabetes melitus tipe 1 dan tipe 2 dalam hal faktor risiko, pengelolaan, dan komplikasi jangka panjang? Bagaimana pemahaman kita tentang perbedaan ini mempengaruhi pendekatan klinis?
Pada diabetes tipe 1 Penderita menghasilkan sedikit insulin atau sama sekali tidak menghasilkan insulin Sedangkan pada diabetes tipe 2 Pankreas tetap menghasilkan insulin, kadarnya lebih tinggi dari normal, tetapi tubuh membentuk kekebalan terhadap efeknya, sehingga terjadi kekurangan insulin. untuk resiko, pada diabetes tipe 1 Faktor lingkungan (berupa infeksi virus atau faktor gizi pada masa kanak-kanak atau dewasa awal) menyebabkan sistem kekebalan menghancurkan sel penghasil insulin di pankreas dan kecenderungan genetik.Sedangkan Faktor resiko untuk diabetes tipe 2 adalah obesitas dimana sekitar 80-90% penderita mengalami obesitas. Untuk onset nya, pada diabetes tipe 1 Umumnya terjadi sebelum usia 30 tahun, yaitu anak-anak dan remaja. Sedangkan pada diabetes tipe 2 Bisa terjadi pada anak-anak dan dewasa, tetapi biasanya terjadi setelah usia 30 tahun
Obat anti TB (OAT) yang berhubungan dengan hepatotoksisitas merupakan masalah medis yang serius di dunia, terutama bagi penderita TB. Itu produksi dan pengeluaran metabolit obat toksik bergantung pada aktivitas beberapa enzim, seperti N-acetyl transferase 2 (NAT2), Sitokrom P450 oksidase (CYP2E1) dan Glutathione S-transferase (GSTM1). Variasi dari urutan DNA atau polimorfisme pada lokus ini (NAT2, CYP2E1 dan GSTM1) dapat memodulasi aktivitas enzim dan dapat mempengaruhi risiko hepatotoksisitas. link video : https://youtu.be/1r21kbhzM5I
daun dan ranting A. salsola yang dikumpulkan di Texas diekstraksi secara berurutan dengan heksana, etilasetat, dan metanol. Fitotoksisitas dan uji hayati antijamur memungkinkan kami untuk mengidentifikasi fraksi aktif. Ekstrak etil asetat bersifat fitotoksik dan antijamur dalam uji hayati. Oleh karena itu, ekstrak etil asetat difraksinasi dengan kromatografi silika gel flash untuk menghasilkan 14 fraksi utama. Fraksinasi dan pemurnian lebih lanjut dari fraksi paling aktif mengarah pada isolasi dan karakterisasi 12 senyawa https://youtu.be/D4Me8E2lYrk
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis hubungan kuantitatif antara struktur dan aktivitas analgesik senyawa turunan meperidin dan menentukan persamaan Hansch antara senyawa turunan meperidin dengan aktivitas analgesiknya. Penelitian dilakukan melalui perhitungan komputer (in silico) dengan menggunakan metode semiempiris AM1. Tahap pertama yaitu melakukan pemodelan molekul senyawa turunan meperidin, kemudian melakukan proses optimasi geometri. Langkah kedua yaitu melakukan pencarian nilai deskriptor yang berupa deskriptor elektronik, sterik, dan hidrofobik. LINK : https://youtu.be/r_vKeB5zjwo
dari penjelasan yang sudah dipaparkan oleh diannita Apakah ada perbedaan signifikan antara jenis diabetes melitus tipe 1 dan tipe 2 dalam hal faktor risiko, pengelolaan, dan komplikasi jangka panjang? Bagaimana pemahaman kita tentang perbedaan ini mempengaruhi pendekatan klinis?
BalasHapusPada diabetes tipe 1 Penderita menghasilkan sedikit insulin atau sama sekali tidak menghasilkan insulin Sedangkan pada diabetes tipe 2 Pankreas tetap menghasilkan insulin, kadarnya lebih tinggi dari normal, tetapi tubuh membentuk kekebalan terhadap efeknya, sehingga terjadi kekurangan insulin. untuk resiko, pada diabetes tipe 1 Faktor lingkungan (berupa infeksi virus atau faktor gizi pada masa kanak-kanak atau dewasa awal) menyebabkan sistem kekebalan menghancurkan sel penghasil insulin di pankreas dan kecenderungan genetik.Sedangkan Faktor resiko untuk diabetes tipe 2 adalah obesitas dimana sekitar 80-90% penderita mengalami obesitas. Untuk onset nya, pada diabetes tipe 1 Umumnya terjadi sebelum usia 30 tahun, yaitu anak-anak dan remaja. Sedangkan pada diabetes tipe 2 Bisa terjadi pada anak-anak dan dewasa, tetapi biasanya terjadi setelah usia 30 tahun
Hapus